Rabu, 25 Desember 2013

Badai Ganas Haiyan Tewaskan 10.000 Jiwa di Filipina Selatan




Sekurangnya 10.000 orang tewas akibat terjangan badai sangat ganas Topan Haiyan di Kota Tacloban dan ratusan lainnya di sejumlah daerah di bagian tengah Filipina pada Jumat malam. Sedangkan ratusan ribu orang kehilangan tempat tinggal. Topan ganas itu telah meluluhlantakkan seluruh rumah, sekolah dan bandara di Tacloban.

Dilansir BBC, hingga Minggu malam tim SAR belum berhasil menjangkau sejumlah kota kecil dan desa-desa yang terisolasi sejak badai menyerang. Di banyak tempat, tidak ada air bersih, tidak ada listrik dan hanya ada sedikit makanan.

Warga yang selamat menjarah sejumlah toko, bahkan termasuk toko elektronik untuk dijual guna mendapatkan makanan. Ribuan tentara telah dikerahkan ke zona bencana dan pesawat kargo militer terbang untuk mengangkut pasokan makanan. Namun tim SAR mengalami kesulitan karena jalan-jalan yang rusak dan puing-puing bangunan.

Paus Franciskus berjanji akan membantu para korban di negara yang penduduknya menganut Katolik. Sementara Presiden Amerika Barack Obama menyatakan sangat berduka atas banyaknya nyawa yang hilang dan kerusakan yang sangat besar serta memuji keuletan orang Filipina.
Topan Haiyan kini telah menerjang negara tetangga Vietnam dan menghantam daerah dekat tujuan wisata Teluk Ha Long dengan kecepatan angin hingga 149 kilometer per jam. Sekitar 600.000 orang telah dievakuasi di beberapa wilayah di propinsi utara.

Badai terus bergerak dan mendekati perbatasan Cina. Namun kecepatan badai menurun dan masuk Kategori Satu. Pemerintah Cina juga mengeluarkan siaga waspada untuk wilayah Guangdong, Hainan.
Upaya penyelamatan di Filipina kini difokuskan pada Propinsi selatan, Propinsi Leyte dan ibukotanya Tacloban. Namun petugas kesulitan mendistribusikan bantuan karena medan yang sulit dilalui, juga terjadi aksi penjarahan dan sulitnya menertibkan masyarakat. Penjarahan terjadi dimana-mana terutama di supermarket besar dan pusat perbelanjaan.

Hampir seluruh rumah rata dengan tanah akibat badai masif yang menyertai Topan Haiyan. Para penjarah mengambil apa saja termasuk televisi untuk dijual lagi guna mendapatkan makanan, ujar pejabat Tacloban, Tecson John Lim.
Presiden Benigno Aquino, yang mengunjungi Tacloban, berjanji akan mengirimkan 300 polisi dan tentara untuk memulihkan perdamaian dan ketertiban. Badai itu begitu ganas hingga mengandaskan sebuah kapal besar ke pantai. Gelombang setinggi 10 meter telah menghanyutkan banyak kendaraan. Kota terdekat Padi juga rusak parah.

Namun terparah adalah Kota Tacloban. Ini adalah kota pertama di Filipina yang berhasil dibebaskan dari tangan penjajah Jepang dalam Perang Dunia II. Jendral Amerika Douglas MacArthur pertama kali mendarat di kota ini pada Oktober 1944. Tacloban sempat menjadi ibukota Filipina hingga Februari 1945. Setelah badai menerjang, penduduk masih panik dan ketakutan. Banyak orang berkumpul di bandara yang rusak dalam upaya keluar dari kota itu.
Menteri Dalam Negeri Mar Roxas mengatakan skala operasi bantuan kini semakin meluas karena banyak tempat telah berubah menjadi limbah lumpur dan puing-puing. Situasinya seperti dilanda gelombang tsunami.
Sementara di Propinsi Samar Timur, sekitar 309 orang tewas di Kota Basry dan 2.000 lainnya hilang serta banyak yang terluka. Komunikasi masih terbatas di banyak wilayah.
Di Guiuan, sebuah kota berpenduduk 40.000 ribu jiwa dekat lokasi badai Haiyan menerjang, seluruh rumah rata dengan tanah dan jalan penuh dengan puing-puing. Sedangkan Kota Baco di Propinsi Oriental Mindoro di barat laut, sekitar 80 persen berada di bawah air.
Berbagai negara dan lembaga menawarkan bantuan kepada Filipina termasuk PBB. Topan Haiyan adalah salah satu badai terparah di dunia yang melanda daratan. Haiyan menerjang enam ppulau di Filipina Tengah pada Jumat lalu.
Haiyan berkecepatan 235 kilometer per jam dengan kekuatan tiupan angin mencapai 275kilometer per jam dan disertai gelombang hingga setinggi. 15 meter serta hujan deras dengan curah hujan mencapai 400 milimeter di banyak tempat.

sumber :



Tidak ada komentar:

Posting Komentar